Berburu Bono, Ombak Ajaib Untuk Selancar di Sungai Kampar

46 views

Berburu Bono, Ombak Ajaib Untuk Selancar di Sungai KamparBerburu Bono, Ombak Ajaib Untuk Selancar di Sungai Kampar

Salah satu daya tarik yang membuat banyak orang gemar ke lautan adalah keberadaan ombak. Merasakan deburan ombak dan suaranya di tepi pantai, membuat siapapun merindu.

 

Bahkan bagi beberapa orang, ombak dianggap sebagai sebuah tantangan karena bisa dimanfaatkan untuk berselancar. Namun apakah memang untuk berselancar alias surfing hanya bisa dilakukan di pantai? Jawabannya adalah tidak.

Jika Anda berkunjung ke kabupaten Kampar di provinsi Riau sana, ada sebuah fenomena alam menakjubkan. Keajaiban itu ada di sungai Kampar yang ternyata memiliki ombak layaknya lautan dan samudera. Membentang sepanjang 413,5 kilometer, sungai Kampar ini berhulu di Bukit Barisan sekitar Sumatera Barat dan bermuara di pesisir timur Sumatera. Bagian ombak di sungai Kampar ini ada di teluk Meranti, kabupaten Palalawan, Riau.

Legenda Bono Bikin Turis Tertarik

Fenomena ombak di sungai Kampar ini dijuluki sebagai bono dan banyak diburu oleh para turis baik lokal hingga mancanegara. Di Riau sendiri ada dua lokasi bisa melihat bono yakni di muara sungai Kampar serta muara sungai Rokan di kabupaten Rokan Hilir, dekat kota Bagansiapi-api. Namun Bono di sungai Kampar lebih besar daripada di Rokan sehingga dijuluki sebagai bono jantan yang memilih jumlah tujuh dan berbentuk serupa kuda.

Menurut cerita warga Melayu lama, ombak bono itu adalah perwujuduan tujuh hantu yang sering menghancurkan sampan atau kapal di muara Kampar. Karena begitu menakutkan, masyarakat yang ingin melewatinya harus mengadakan ritual semah. Namun secara ilmiah, bono di Kampar ini terjadi karena arus pasang air laut dan arus sungai menuju muara bertemu. Dalam Mekanika Fluida, bono disebut sebagai tidal bore yang sangat langka.

Gelombang bono diyakini terjadi karena benturan tiga arus air dari selat Malaka, laut Cina Selatan dan aliran sungai Kampar. Benturan itu akhirnya menimbulkan suara gemuruh yang sangat hebat dan kemudian bono terbentuk dengan ketinggian rata-rata 4-5 meter, bahkan ada yang sampai 6 meter. Dengan kecepatan mencapai 40-60 km/jam , tak heran kalau ada banyak peselancar dunia yang ingin menaklukan si bono jantan ini.

Bulan terbaik untuk melihat fenomena bono di sungai Kampar adalah saat awal dan akhir musim hujan. Di waktu-waktu itu, gelombang akan begitu tinggi yakni di sekitar bulan Februari, Maret, Oktober dan November. Siang hingga malam hari adalah waktu paling tepat untuk melihat betapa gagahnya si bono yang begitu ajaib ini. Karena begitu tinggi dan panjang, bono Kampar jadi ombak dengan gelombang terbesar kedua di dunia.

Wisata Indah Lain di Sekitar Kampar

Dengan pesona bono di sungai Kampar yang sudah mendunia, tak heran kalau pemerintah Riau menetapkan kabupaten Kampar sebagai salah satu lokasi wisata unggulan. Namun sebetulnya di sekitar sungai Kampar masih ada banyak sekali tempat liburan yang tak kalah seru dan unik. Salah satunya adalah sungai Gulamo yang dijuluki sebagai Green Canyon-nya Riau karena mirip dengan Green Canyon di Jawa Barat.

Dengan status Riau sebagai provinsi seribu air terjun, maka jelas air terjun juga bisa ditemukan di Kampar. Salah satunya adalah air terjun Batang Kapas yang termasuk tertinggi di Sumatera dengan catatan tinggi hingga 150 meter. Ada juga air terjun Panisan yang masih cukup sepi. Namun daerah yang wajib dikunjungi lagi di Kampar adalah Ulu Kasok di desa Pulau Gadang yang disebut-sebut mirip dengan Raja Ampat di Papua sana.

Tags: #kampar #Legenda Bono Bikin Turis Tertarik #sungai kampar #wisata di suangai kampar #Wisata Indah Lain di Sekitar Kampar