Bertualang ke Kelimutu, Pesona Danau Tiga Warna Yang Mendunia

40 views

Bertualang ke Kelimutu, Pesona Danau Tiga Warna Yang MenduniaBertualang ke Kelimutu, Pesona Danau Tiga Warna Yang Mendunia

Kalau Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki gunung Rinjani yang luar biasa mempesona, maka Nusa Tenggara Timur (NTT) tak kalah juga. Adalah Taman Nasional Kelimutu dengan danau tiga warnanya yang menjadi daya tarik utama. Terletak di pulau Flores, Taman Nasional Kelimutu ini terdiri dari perbukitan serta pegunungan. Puncak tertingginya adalah gunung Kelibara yang mencapai 1.731 meter.

Meskipun dianggap sebagai taman nasional yang terkecil di kawasan Bali dan Nusa Tenggara, Taman Nasional Kelimutu punya luas mencapai 5.356,50 hektare. Kendati begitu, bentang alamnya luar biasa indah dengan kekayaan flora serta fauna endemik serta langka.

 

Beberapa fauna endemik Flores yang ada di Taman Nasional Kelimutu seperti burung gerugiwa, tikus gunung, tikus lawo hingga banteng dan ayam hutan.

Untuk bisa mencapai danau Kelimutu memang butuh perjuangan yakni mendaki. Sebelum itu, Anda bisa memulainya dari kota Ende di pulau Flores menuju desa Moni selama kurang lebih tiga jam menggunakan kendaraan roda empat. Waktu paling tepat untuk mencapai danau Kelimutu adalah pagi gelap sebelum matahari terbit. Gunakan pakaian yang hangat dan sepatu nyaman agar perjalanan menuju danau tiga warna Kelimutu menyenangkan.

Perubahan Warna Danau Kelimutu Susah Diprediksi

Daya tarik utama dari Taman Nasional Kelimutu memang ada pada danau Kelimutu di bagian puncak. Nama Kelimutu sendiri diambil dari bahasa asli Flores yaitu Keli untuk gunung dan Mutu untuk mendidih. Luas danau Kelimutu mencapai lebih dari 1000 kilometer persegi dengan volume air mencapai 1.292 juta meter kubik. Dengan dinding gunung yang terjal dan curam, memang fisik yang prima dibutuhkan untuk mencapainya.

Berjarak 66 km dari Ende, danau Kelimutu ditemukan oleh warga Belanda bernama Van Telen pada tahun 1915. Terletak di ketinggian 1.631 meter, danau Kelimutu sendiri sebetulnya adalah tiga kawah gunung dengan warna berbeda-beda. Danau paling barat bernama Tiwu Ata Mbupu (danau orang tua), yang tengah adalah Tiwu Nuwa Muri Koo Fai (danau pria muda dan gadis) serta terakhir adalah Tiwu Ata Polo (danau kejahatan arwah).

Warna dari ketiga danau Kelimutu ini memang bisa berubah sendiri secara tidak teratur, tergantung kandungan material di bagian dasarnya. Misalkan saja danau Ata Polo yang berwarna cokelat hijau tua menjadi merah hati. Atau danau Ata Mbupu yang dari cokelat tua menjadi hijau kecoklatan, serta Nuwa Muri dari biru kehijauan menjadi biru telur asin.

Secara ilmiah, perubahan warna danau Kelimutu ini karena fumarol. Fumarol di danau Kelimutu diyakini peneliti terhubung dengan dasar laut yang diduga karena hasil leusan freatik kecil di masa lampau.

Pesona Kelimutu Terbalut Kisah Mistis

Berbeda dengan danau Biru di gunung Bambier, Australia Selatan yang berubah warna dari biru jadi abu-abu atau danau Yudamari gunung Nakadake di Jepang dari biru hijau hingga hijau total, perubahan warna danau Kelimutu susah diprediksi. Tak heran kalau masyarakat desa Moni meyakini jika fenomena ajaib itu karena ada banyak kejahatan yang terjadi di sekitar Kelimutu dan tempat bersemayamnya arwah-arwah.

Jika danau Nuwa Muri berisi arwah orang muda, maka Ata Polo berisi arwah tukang sihir jahat. Warga Moni cukup khawatir dengan dinding pembatas di antara danau Nuwa Muri dan Ata Polo yang terus terkikis. Karena menurut mereka, jika suatu saat kedua tebing itu ambruk dan air danau bercampur, maka dunia akan berakhir.

Tags: #danau kelimutu #tempat wisata #wisata di nusa tenggara barat #wisata di nusa tenggara timur