Gunung Bromo, Anugerah Dewa Dengan Pesona Tanpa Cela

30 views

Gunung Bromo, Anugerah Dewa Dengan Pesona Tanpa CelaJawa adalah pulau di mana gunung-gunung berapi berjajar dengan indahnya dari ujung timur hingga barat. Namun kalau boleh memilih gunung manakah yang terindah di Jawa, mungkin Bromo adalah jawabannya. Menjulang setinggi 2.329 meter di atas permukaan laut, Bromo terdiam di antara kabupaten Probolinggo-Pasuruan-Lumajang-Malang di Jawa Timur. Sebagai obyek wisata utama Jawa Timur, Bromo masihlah aktif hingga sekarang.

Memiliki bentuk bertautan antara lembah, ngarai dan kaldera, tak berlebihan jika Bromo disebut sebagai anugerah para dewa. Kalau Semeru yang menjulang di belakangnya adalah puncak abadi para dewa, Bromo adalah pemberian semesta untuk Indonesia.

 

 

Bahkan nama Bromo sendiri konon diambil dari bahasa Sanskerta yakni Brahma yang merupakan salah satu dari dewa utama agama Hindu.

Pasir Berbisik, Kecantikan Seluas 10 Kilometer

Tak cuma jadi favorit turis lokal, keindahan Bromo bahkan sangat termahsyur hingga seluruh dunia. Media Lonely Planet menyebut Bromo lebih cantik daripada gunung Fuji di Jepang, gunung Sinai di Mesir atau Jabal Toubkal di Maroko. Keindahan Bromo hanya kalah dari gunung Elbrus di Rusia dan gunung Olympus di Yunani. Salah satu rute favorit menuju Bromo bisa melalui Probolinggo yakni di Tongas dan menuju desa Cemoro Lawang.

Saat ini sudah banyak sekali paket-paket wisata yang mempermudah para turis dan langsung menuju ke beberapa titik wisata di Bromo. Transportasi yang disediakan adalah mobil jeep untuk mengangkut rombongan menuju Puncak Penanjakan hingga Pasir Berbisik, Kawah Bromo dan Bukit Teletubbies. Wisata ke Bromo paling tepat dikunjungi pada saat dini hari untuk melihat cantiknya matahari terbit di Puncak Penanjakan.

Menanti matahari muncul dan menyibak lautan awan sehingga malam yang kelam dipecah oleh sinar adalah sebuah pengalaman yang luar biasa saat di Bromo. Setelah itu turis bisa menuju bagian kawah Bromo yang bisa ditempuh dengan menaiki ratusan anak tangga. Namun daya tarik terbesar dari kawasan wisata Bromo ini adalah hamparan kaldera lautan pasir yang membentang sekitar sepuluh kilometer persegi.

Karena begitu indah, kaldera pasir ini pernah digunakan sebagai lokasi syuting banyak film, salah satunya adalah PASIR BERBISIK yang dibintangi oleh aktris cantik Dian Sastrowardoyo. Hamparan pasir vulkanis yang lembut ini jelas menjadi lokasi foto favorit para pengunjung. Barulah setelah itu turis bisa beranjak ke sisi timur Bromo di mana ada perbukitan cantik yang disebut bukit Teletubbies karena begitu hijau dan subur.

Bromo, Gunung Suci Kebanggaan Tengger

Tidak hanya indah secara panorama alamnya, Bromo juga menjadi destinasi wisata budaya yang begitu mempesona. Sekedar informasi, Bromo memang dianggap sebagai gunung suci oleh masyarakat asli sekitar Bromo yang merupakan suku Tengger. Suku Tengger yang mayoritas beragama Hindu ini setiap tahunnya akan menggelar upacara Yadnya Kasada atau Kasodo pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama.

Jika disesuaikan dengan penanggalan Jawa, maka Yadnya Kasada akan digelar sekitar tanggal 14-15 di bulan Kasodo (Kesepuluh). Upacara ini sendiri berpusat di pura Luhur Poten yang ada di kaki gunung Bromo. Menurut legenda suku Tengger, Yadnya Kasada adalah upacara persembahan hasil bumi untuk Sang Hyang Widhi. Biasanya acara budaya ini terjadi pada bulan Juni-Juli.

Tak hanya Yadnya Kasada, di kawasan Bromo juga rutin digelar Jazz Gunung pada bulan Juli. Tak cuma menawarkan keindahan luhur dari Tuhan, Bromo adalah tempat di mana keindahan surgawi dan duniawi bisa bersatu padu dengan seimbang.

Tags: #Anugerah Dewa Dengan Pesona Tanpa Cela #Gunung Bromo #tempat wisata di bromo #wisata gunung bromo