Kawah Ijen, Fenomena Api Biru Satu-Satunya di Indonesia

41 views

Kawah Ijen, Fenomena Api Biru Satu-Satunya di IndonesiaKeindahan alam di Indonesia memang tak lepas dari lokasi geografi Nusantara. Terdiri dari belasan ribu pulau, posisi Indonesia yang ada di antara tiga lempeng tektonik utama Bumi membuat gunung-gunung berapi aktif adalah hal yang bisa ditemukan di Tanah Air.

Dan pulau yang memiliki cukup banyak gunung berapi adalah Jawa. Dari banyaknya gunung di Jawa, salah satu yang terindah dan luar biasa ada di ujung timur yakni gunung Ijen.

Berada di perbatasan antara kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso di Jawa Timur, Ijen adalah salah satu gunung berapi aktif di Indonesia. Dengan ketinggian mencapai 2.443 meter di atas permukaan laut, daya tarik terbesar Ijen ada pada kawahnya yang begitu cantik dan fenomena api biru.

 

Yap, terdengar seperti kisah fantasi, tapi memang apa yang terlihat di antara bebatuan kawahnya itu adalah nyala lidah api berwarna biru safir cantik.

Api Biru Cuma Ada Dua di Dunia

Fenomena api biru itu tak ayal membuat Ijen menjadi destinasi wisata favorit. Bukan cuma membuat penasaran turis lokal, banyak wisatawan mancanegara berbondong-bondong mendaki Ijen hanya untuk melihat dengan mata sendiri pendaran api biru itu. Keistimewaan api biru ini jelas membuat Indonesia bangga karena konon hanya ada dua gunung di dunia yang punya api biru yakni Ijen dan lainnya di Islandia sana.

Namun terungkap bahwa ternyata fenomena api biru itu bukanlah api sesungguhnya. Adalah peneliti dari Universitas Genewa di Swiss yang berkunjung ke Ijen pada tahun 2010 dan mengungkap fakta si api biru. Menurut sang peneliti, api biru itu adalah fenomena alam di mana gas tanah bertemu dengan oksigen sehingga menyala berwarna biru terang bak lidah api. Kendati bukan api sesungguhnya, fenomena api biru tetaplah menarik.

Ijen, Berikan Pelajaran Luhur Untuk Turis

Untuk bisa melihat keindahan api biru di kawah Ijen, memang butuh perjuangan. Di mana para turis diwajibkan untuk mendaki ke puncak sejauh tiga kilometer pada malam hari dari pos Paltuding. Perjalanan itu memang akan cukup menantang karena dimulai dari tanah yang landai lalu jalur menanjak berat hingga sedang. Untuk bisa melihat langsung api biru, turis harus menuruni kawah sekitar 800 meter.

Seluruh perjalanan pendakian ini dilakukan di malam hari karena waktu terbaik melihat pendar si api biru kawah Ijen adalah saat dini hari hingga pukul empat pagi. Ketika matahari terbit, api biru itu akan perlahan menghilang dan digantikan oleh keindahan kawah yang airnya berwarna hijau tosca. Wajib diingat pula untuk menggunakan masker saat menuju kawah Ijen.

Karena sebagai gunung berapi aktif, aroma belerang sangatlah kuat ketika pendakian semakin mendekati kawah. Bukan hanya keindahan kawah dan api biru yang ditawarkan Ijen, gunung ini juga mengajarkan sebuah arti kehidupan kepada para pendaki. Karena masih banyak sekali warga lokal yang menjadi para penambang belerang dan bertaruh nyawa turun ke dasar kawah untuk mengambil bongkahan belerang.

Tak main-main, para penambang ini bahkan menuruni Ijen sambil memikul bongkahan batu seberat 80-100 kilogram sekali angkut. Biasanya para penambang ini sampai maksimal tiga kali bolak-balik menuju kawasan tambang. Tampak begitu berat, hasil penambangan belerang seolah tak sebanding karena begitu murah dan mereka hanya meraih puluhan ribu rupiah dalam seharinya.

Tak hanya terlena pada keindahannya, Ijen juga memberikan pelajaran bahwa manusia harus berjuang untuk bertahan hidup.

Tags: #Fenomena Api Biru Satu-Satunya di Indonesia #Kawah Ijen #pergi kemana #tempat nongkrong asyik #tempat wisata di