Melihat Sisa Kehidupan Purba di Indahnya Alam Pulau Komodo

56 views

Kalau dulu keindahan Indonesia yang tersohor hanyalah pulau Bali atau kota Yogyakarta, maka kini tidak lagi. Hampir dua dekade terakhir, Nusa Tenggara Timur begitu diperhitungkan dengan keindahan alamnya melalui Taman Nasional Komodo. Terletak di perbatasan provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB), Taman Nasional Komodo mencakup tiga pulau besar yaitu Komodo, Padar dan Rinca.

Selain ketiga pulau besar itu, area yang pada tahun 1991 ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO ini juga memiliki 26 pulau kecil lainnya. Seluruh total luas Taman Nasional Komodo mencapai 1.733 kilometer persegi dengan 603 kilometer persegi di antaranya adalah daratan. Sangat mudah untuk menuju pulau Komodo karena saat ini sudah ada bandara Labuan Bajo yang menjadi gerbang dari Taman Nasional Komodo.

Seperti namanya, daya tarik utama pulau Komodo adalah pada hewan komodo itu sendiri. Kadal raksasa yang disebut-sebut sebagai hewan zaman prasejarah alias purba ini bahkan dijuluki sebagai naga di dunia nyata. Di pulau Komodo, komodo hidup dengan baik dan aman. Jika ditotal seluruhnya, ada lebih dari 6.000 ekor komodo yang berdiam di pulau Komodo, Rinca, Nusa Kuda, Padar dan Gili Motang.

Hampir separuh populasi komodo ada di pulau Komodo. Namun Anda harus hati-hati karena hewan endemik yang bisa mencapai ukuran tiga meter ini bisa menyerang mendadak saat merasa terancam. Meskipun ukurannya raksasa, komodo bisa berlari luar biasa cepat dan memiliki air liur beracun yang mengandung bakteri mematikan. Untuk itulah para turis di Taman Nasional Komodo harus mengikuti arahan pemandu.

Pulau Padar, Spot Wajib Untuk Foto

Bukan hanya memiliki komodo sebagai hewan asli dan hidup nyaman, ekosistem Taman Nasional Komodo memang sangatlah purba. Jajaran perbukitan dengan batuan tua membuat siapapun seolah-olah ada di film JURASSIC WORLD. Namun kalau bicara mengenai tempat terbaik untuk berfoto di wilayah ini, ada di pulau Padar. Hanya saja foto terbaik harus diperoleh dengan perjuangan, untuk itu Anda harus siap mendaki.

Yap, setiap turis yang berkunjung ke Komodo tak boleh melewatkan waktu mengabadikan diri di puncak perbukitan pulau Padar. Dibutuhkan sekitar pendakian 20-30 menit melintasi jalur bebatuan kerikil yang cukup terjal dan tanpa pohon. Namun rasa lelah dan letih itu akan tergantikan saat kaki menjejak di puncak dan melihat pulau Padar dari ketinggian. Pesona alamnya benar-benar tak terbantahkan serta mempesona siapapun.

Jika gelombang cukup besar, kadang berkunjung ke pulau Padar akan tidak memungkinkan. Namun tenang saja, turis bisa menggeser tujuannya ke Gili Laba yang memiliki kenampakan alam tak kalah indah dari pulau Padar.

Taman Nasional Komodo Tak Hanya Punya Komodo

Kalau menurut Anda Taman Nasional Komodo hanya punya komodo saja, maka itu salah besar. Anda yang mungkin takut atau tak beruntung berjumpa komodo, bisa menghibur diri di pink beach alias pantai pink. Terletak di pulau Komodo, pantai ini sangat populer di kalangan turis karena pasirnya berwarna semburat pink saat diamati dari dekat. Jika ingin pemandangan spektakuler, bisa menikmati pink beach dengan mendaki bukit.

Sementara itu bagi para pecinta ekosistem laut, pulau Komodo juga menawarkan keindahan terumbu karang dan ikan yang sangat mempesona lewat snorkeling. Namun bagi para penggemar diving, jangan lewatkan waktu untuk menyelam di Manta Point, habitat ikan manta yang begitu anggun dengan sayap sangat lebar.

Tags: #Melihat Sisa Kehidupan Purba di Indahnya Alam Pulau Komodo #taman nasional komod #wisata pulau komodo