Parangkusumo, Pantai Romantis Berbalut Mistis Ratu Selatan

35 views

Sudah sejak lama kalau Yogyakarta dikenal sebagai kota wisata tersohor di Indonesia. Keberadaan candi Borobudur dan Prambanan adalah bukti betapa kaya wisata budaya di Yogyakarta. Selain budaya Jawa kuno yang sangat luhur, Yogyakarta juga memiliki banyak sekali hamparan pantai selatan yang begitu indah dan lekat dengan kisah-kisah misterius. Salah satu pantai yang diburu wisatawan karena keunikannya adalah Parangkusumo.

Terletak di kabupaten Bantul, Parangkusumo berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Berdampingan dengan pantai Parangtritis, Parangkusumo merupakan salah satu lokasi terbaik menyaksikan megahnya matahari terbenam alias sunset di Yogyakarta. Untuk bisa jadi saksi sunset terindah di Parangkusumo, bulan Juni-Agustus adalah waktu paling tepat. Selain sunset, daya tarik Parangkusumo adalah gumuk pasir sangat luas.

Gumuk Pasir di Parangkusumo Termasuk Langka

Berbeda dengan pantai-pantai lain di Indonesia dengan pasir pantai berwarna putih hanya di sepanjang garis pantainya, Parangkusumo justru dianugerahi gumuk pasir. Merupakan fenomena alam yakni gundukan pasir hasil sapuan angin, gumuk pasir Parangkusumo ini begitu luar biasa luas mirip gurun di kawasan timur tengah atau benua Afrika sana. Menurut penelitian, gumuk pasir ini berasal dari erupsi gunung Merapi.

Endapan vulkanis Merapi terbawa oleh sungai Opak dan sungai Progo yang memang bermuara di pantai selatan. Setelah terendap cukup lama, angin dari samudera Hindia mengukirnya di Parangkusumo sehingga menjadi bentang alam yang luar biasa indah. Gumuk pasir Parangkusumo ini termasuk gumuk pasir pesisir (coastal dunes) yang hanya ada tiga di Asia Tenggara yakni di Filipina dan Vietnam.

Namun jika dibandingkan dengan di La Paz Filipina atau Mui Ne Vietnam, gumuk pasir Parangkusumo yang juga sama-sama bertipe barchan, terbilang sangat langka. Karena biasanya pada iklim tropis basah seperti di Yogyakarta, gumuk pasirnya adalah tipe membusut atau parabolik. Bahkan jika secara iklim, seharusnya gumuk pasir barchan tak bisa terbentuk di Yogyakarta tapi faktanya itu terjadi di Parangkusumo.

Meskipun ada gumuk pasir serupa di Vietnam dan Filipina, Parangkusumo adalah satu-satunya tempat di mana bisa melakukan sandboarding alias seluncur pasir. Turis bisa menyewa papan untuk sandboarding dengan harga kisaran Rp 70 ribu termasuk pemandu. Tidak sulit untuk menuju Parangkusumo karena bisa diakses menggunakan kendaraan pribadi roda 2 atau 4. Atau memakai bus dari terminal Giwangan menuju Parangtritis.

Parangkusumo Adalah Gerbang Istana Ratu Selatan

Selain gumuk pasir, keseruan lain yang bisa dilakukan di Parangkusumo adalah mencoba menantang diri dengan paralayang. Di sebelah timur Parangkusumo menjulang tebing-tebing karst tinggi yang jadi pacuan olahraga ini. Tak jauh dari tebing itu ada tempat datar sebagai lokasi landasan yang disebut Watugupit. Selama terbang, Anda akan melihat betapa indahnya pesisir selatan Yogyakarta ini luar biasa indah.

Seperti layaknya Parangtritis, Parangkusumo juga pantai yang disucikan oleh penduduk lokal. Bahkan masyarakat setempat meyakini kalau Parangkusumo adalah gerbang utama menuju Istana Gaib Laut Selatan, kerajaan Nyi Roro Kidul sang penguasa pantai selatan. Tak heran kalau setiap bulan Suro dalam penanggalan Jawa, Parangkusumo akan ramai dikunjungi untuk berziarah seperti ketika malam Selasa atau Jumat Kliwon.

Legenda menyebutkan saat Panembahan Senopati bertapa hingga air laut mendidih, Ratu Kidul menampakan diri. Kedua insan inipun jatuh cinta dan berjanji kalau Ratu Kidul akan mengabulkan permintaan Senopati sebagai penguasa Mataram asalkan seluruh keturunan Senopati menjadi suami Ratu Kidul. Tak heran kalau Keraton Jogja punya hubungan erat dengan Istana Laut Selatan yang terlihat lewat ritual Labuhan Alit setiap tahunnya.

Tags: #panati di yogyakarta #Pantai Romantis Berbalut Mistis Ratu Selatan #Parangkusumo #pesona indonesia #wisata di yogyakarta